
Ilustrasi (Foto: Technorati.com)
WASHINGTON, IT Blog's - Studi yang baru-baru ini diungkapkan oleh Business Software Alliance (BSA) menyebutkan lebih dari setengah jumlah komputer di dunia, menjalankan perangkat lunak bajakan. Prosentase penggunaansoftware bajakan tersebut mencapai 57 persen dan diperkirakan bernilai hingga USD63,4 miliar.
Dilansir V3, Rabu (16/5/2012), sebanyak 34 persen dari pembajakansoftware secara global berasal dari Eropa Barat, namun sebagian besar dilakukan di negara berkembang, seperti China. "Nilai komersial dari pembajakan software terus berkembang," kata Director of Communications BSA, Randolph Court.
"Itu karena ekonomi negara berkembang terus berusaha meningkatkan pengaruh yang lebih besar di pasat IT global," terangnya. Studi juga menunjukkan bahwa pasar yang matang seperti Inggris melihat pembajakan lebih sedikit ketimbang di China.
Court menuduh negara-negara dengan pembajakan yang merajalela ini untuk segera menegakkan hukum terkait pembajakan tersebut. China adalah pasar yang berkembang pesat dan riset BSA menyatakan bahwa negara itu memiliki 77 persen tingkat pembajakan.
Pemerintah China berjanji untuk melakukan perbaikan pada praktek hukum di negaranya. Namun tampaknya negara itu terkesan lambat untuk segera menerapkan perbaikan tersebut.
Kabarnya, software ilegal di China bernilai hampir USD9 miliar. Sedangkan software legalnya, hanya bernilai kurang dari USD3 miliar. "Tingkat pembajakan di China perlu turun secepat mungkin dan penjualan software legal harus dinaikkan," pungkasnya.








0 komentar:
Posting Komentar